Bruno Guimaraes – Pahlawan Baru Lyon Yang Bisa Hancurkan Mimpi Liga Champions Juventus & Cristiano Ronaldo

News

Di tengah-tengah deretan spekulasi transfer, rumor menghebohkan dan pembelian panik pada bursa transfer Januari lalu, satu kesepakatan luput dari perhatian kebanyakan orang. 

Bintang Atlhletico Paranaense Bruno Guimaraes, digaet Lyon seharga €20 juta. 

Pemain berusia 22 ini sebelumnya diminati oleh Arsenal dan Atletico Madrid namun pada akhirnya berlabuh di Groupama Stadium, berkat peran Juninho Pernambucano, direktur olahraga Lyon dan legenda sepakbola di Brasil. 

Langkah ini langsung terasa jitu karena Bruno tidak butuh waktu lama memikat hati Eropa. Dia menandai awal petualangan yang indah di Eropa dengan pemanggilan ke timnas Brasil.

“Tahun lalu Guimaraes menikmati musim yang indah beresama Athletico Paranaense,” ujar Tite soal skuad anyar Brasil untuk laga lawan Bolivia dan Peru. 

“Dia melanjutkan performa apik di level U-23 dan bersama Lyon. Dia terus berkembang dan semakin kuat.”

Masuknya Bruno ke timnas Brasil dianggap sebagai sebuah pencapaian luar biasa, tetapi pada kenyataannya dalam dua tahun terakhir dia sering mentas di level internasional. 

Juara Copa Sudamericana, Copa do Brasil dan juara wilayah Parana bersama Paranaense, Bruno menjulang di sepanjang Serie A. Namanya tercatat dalam susunan Tim Terbaik, sejajar dengan bintang tenar lainnya seperti Gabriel Barbosa, Felipe Luis dan Pablo Mari yang sekarang memperkuat Arsenal. 

… dan Bruno sebenarnya mulai unjuk potensi di turnamen Pra-Olimpiade. 

Menjadi kapten di Kolombia, Bruno membuat banyak orang jatuh hati dengan permainan apiknya di lini tengah untuk mengantarkan Brasil ke Tokyo 2020. Ketika itu Brasil tidak terkalahkan di tujuh pertandingan dan meremukkan Argentina 3-0 di laga terakhir untuk menyegel tiket ke Jepang. 

Kontribusi Bruno tidak diukur oleh gol, melainkan melalui permainan stabil dan ketenangan. Kehebatannya tercatat oleh ofisial turnamen yang memberinya predikat Pemain Terbaik. 

Bergabung ke Lyon pada pertengahan kompetisi, Guimaraes tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan gaya sepakbola Eropa. 

Kurang dari dua pekan setelah berkostum Lyon, dan hanya punya catatan satu laga sebelumnya – debut lawan Metz – dia diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan di level top. 

Pelatih Lyon Rudi menjadikan Bruno sebagai starter di pertandingan leg pertama Liga Champions menghadapi Juventus yang diperkuat superstar sepakbola Cristiano Ronaldo. 

Hasilnya? Bruno bertarung dengan Miralem Pjanic dan Adrien Rabiot dan berhasil menguasai lini tengah bersama Lucas Tousart. Ini jadi kunci kemenangan mengejutkan mereka atas si Nyonya Tua. 

Saat bertahan, Bruno tampil lugas. Dia mencetat empat tekel sempurna dan tiga intersep. Menyoal distribusi, dia merampungkan 44 umpan di sebuah laga di mana Lyon memperlihatkan keperkasaan soal kualitas operan, bukan penguasaan bola. 

Pendeknya, Bruno berhasil menjawab tantangan besar. Lyon menggemparkan dunia. 

Bruno sama sekali tidak terpengaruh dengan fakta dia sedang berhadapan dengan pemain-pemain kelas dunia Bianconeri. 

“Saya tidak membiarkan emosi mempengaruhi, bahkan ketika itu memang terasa unik,” ujarnya pada L’Equipe. “Saya tumbuh besar menyaksikan Ronaldo dan Neymar beraksi. Saya mengagumi mereka, saya mendukung mereka tetapi sekarang saya menghadapi mereka, mencoba mencuri bola dari mereka.”

“Hal-hal seperti itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Jujur saja, saya sempat tidak tahu bagaimana cara bereaksi.”

“Ketika saya bersalaman dengan Cristiano… Wow dia memang nyata, dia pemain hebat.”

Di luar lapangan Bruno sukses mencuri hati fans dengan cepat. Dia menambahkan tato Singa di tangan kanan sebagai kesetiaan terhadap klub barunya. Lalu para suporter memberi respon dengan menjadikannya favorit baru di tribun, sebuah status yang sangat diidamkan oleh para pesepakbola.”

Bruno menyadari, kegemilangannya bukan menjadi sebuah garansi bakal menjadi starting di starting XI Selecao mengingat ada figur istimewa lainnya pada diri Casemiro. 

“Saya bukan rival Casemiro, tetapi saya bersaing dengannya. Kita membicarakan pemain yang benar-benar hebat,” imbuhnya. 

“Casemiro telah mencapai banyak hal di Eropa, dia sering juara sementara saya baru memulai petualangan. Saya di sini untuk membela Lyon, memenangkan gelar juara dan meraih status pemain hebat.”

Mengingat ada Arthur, Fabinho, Philippe Coutinho dan bintang Flamengo Everton Ribeiro, maka Bruno mungkin harus sedikit bersamabar sebelum mendapat kesempatan tampil reguler di level internasional. 

Tetapi jika dia terus memproduksi performa heroik bersama Lyon, maka keinginan itu hanya tinggal menunggu waktu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *